4 Resep Anti Kesal, Kecewa Dan Baper

Apa sih yang menyebabkan seseorang kesal dan kecewa?

Mengharapkan hal di LUAR dirinya berubah seperti yang ia inginkan, tapi tidak kesampaian. Yes?

Ingin anak berubah..

Ingin pasangan berubah..

Ingin anak buah berubah..

Ingin masyarakat berubah..

Ingin pemerintah berubah..

Ingin dunia berubah..
Ingin, tapi ngga action, kalaupun action, actionnya cuma itu-itu saja, lalu frustrasi. Yes?
Terus gimana dong?

Memangnya ngga boleh menginginkan perubahan?

Memangnya saya ngga boleh kesal melihat kemunkaran?

Memangnya.. memangnya…
Tentu boleh.. tapi ada strateginya
1. Tegakkan aturan dan buat kesepakatan lalu konsisten menjalankannya. Ini berlaku di area dimana kita punya wewenang membuat aturan. Inilah untungnya jadi pemimpin, paling tidak untuk diri sendiri dan keluarga kita. Demikian juga saat menjadi  kalau  pemimpin di tempat kerja dan masyarakat. Apalagi kalau bisa jadi pemimpin di area yang lebih luas yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak.
2. Menjadi teladan perilaku yang anda inginkan untuk menginspirasi dan menjadi teladan. Alhamdulillah kalau ada yang ikut, jadi bola salju kebaikan. Kalau ngga ada yang ikutpun sudah dapat pahala amal kebaikan.
3. Mengatur strategi persuasi. Mulai dari menyusun tujuan yang well-formed, suasana yang dibangun, kalimat yang tepat, perilaku yang sesuai, hingga evaluasi dan feedforward yang efektif. Jika satu strategi belum berhasil, perbaiki lagi ke strategi berikutnya. Kalau ngga berhasil juga paling tidak sudah dapat pahala berupaya dengan tangan kita, bukan hanya selemah-lemahnya iman yaitu dalam hati alias nggrundel dan kesel 😀. Orang sering keliru memaknai persuasi dengan menipu atau manipulasi dalam arti yang negatif. Padahal, semua Nabi dan orang-orang yang menggerakkan kebaikan melakukan persuasi. Bahwa mengajak kepada kebaikan itu juga memerlukan kepiawaian persuasi. Relasi antar manusia dipenuhi proses influence & persuasi secara alami

Dr. Robert Cialdini mengatakan ada 6 strategi persuasi yang bisa dilakukan, tentu setelah memiliki tujuan yang well-formed dan hal-hal lain yang telah disebutkan di awal

  • Timbal Balik : Beri dulu baru meminta. Contohnya : Perhatikan dulu baru meminta perhatian. Sayangi dulu baru minta disayang. Dengarkan dulu baru minta didengarkan dst.
  • Kelangkaan : Orang tertarik jika yang anda tawarkan istimewa. Langka dibanding yang lain. Jadi kalau ingin pasangan lengket, jadilah istimewa, halaah kok kesini ya.. 😀
  • Otoritas : Yang mempersuasi bisa dipercaya tidak, ada kepakarannya tidak, terbukti practice what they preach atau tidak?
  • Konsistensi : Persuasi itu bertahap. Mulailah dari komitmen kecil baru ajak ke komitmen besar. Jangan tiba-tiba minta berubah drastis.
  • Kesukaan : Orang cenderung suka mengikuti orang yang disukainya. Ngga heran kalau iklan pakai artis terkenal kan? Karena menggunakan prinsip ini. Jadilah orang yang disukai subject agar mudah mempersuasi.
  • Konsensus : Orang mau dipersuasi jika ada temannya yang juga melakukan hal yang sama. Rame-rame. Ngga aneh. Maka kumpulkan fakta-fakta bahwa apa yang anda persuasikan itu juga banyak yang sudah melakukan kok.

4. Meninggalkan. Meninggalkan ini khusus di area yang memang belum atau bukan menjadi tanggungjawab kita. Kalau masalahnya perubahan anak, mau ditinggal kemana? Masa mau ditaruh di panti asuhan. Meskipun fisiknya ditinggalkan, pertanggungjawabannya tetap mengejar di yaumil hisab
Strategi 1-4 itu bisa dikombinasikan sesuai kebutuhan. Makin piawai mengkombinasikan makin keren hasilnya.
Dan yang paling penting DO’A tetap melingkupi di seluruh strategi, do’a bukanlah alternatif, do’a itu sejak buka mata sampai tutup mata lagi mengiringi semua kegiatan.
Jadi, masih suka kesal dan kecewa? Sudah sibuk melakukan no 1 sd 4 belum?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s