Persiapan Menghadapi Pubertas (Aqil Baligh)

Balance Maturity

Pada rentang usia 12-15 tahun, pada umumnya, baik anak laki-laki maupun perempuan sudah memasuki masa puber atau Aqil baligh. Seharusnya pada masa ini terjadi keseimbangan antara kematangan fisik dengan kematangan psikologis. Oleh karena itu, pada tahap ini, konsep pohon ketaatan yaitu Taat, Syukur, Meningkat, Bermanfaat (silahkan baca buku Enlightening Parenting mengenai penjabaran konsep TSMB) semakin mengakar, anak juga sudah harus dilatih untuk

  • memimpin baik diri sendiri maupun orang lain;
  • kemampuan bertahan hidup mandiri (basic life skills) dengan mengurus seluruh keperluan dasarnya seperti menyiapkan makanan, pakaian, mampu bepergian dengan aman, dan lain-lain;
  • mencari nafkah dan merawat makhluk hidup. Meskipun baik laki-laki maupun perempuan perlu dilatih untuk mempelajari kedua hal ini, tetapi penitikberatan latihan mencari nafkah pada laki-laki dan merawat makhluk hidup pada perempuan;
  • mampu fokus pada solusi, bukan hanya fokus pada masalah

Bagaimana cara melatih hal-hal diatas?

Tentu dengan tugas-tugas yang diberikan bertahap. Misalnya untuk melatih kemampuan memimpin, mulai dari memimpin projek-projek keluarga. Misalnya projek membantu perbaikan rumah duafa, pengadaan air bersih, pengumpulan barang pantas pakai untuk disumbangkan, berjualan makanan di bazar kota dan sebagainya. Projek tidak selalu harus dilakukan sendirian tetapi bisa juga bekerjasama dengan keluarga lain. Tidak perlu menunggu program dari sekolah. Lakukan sendiri dan evaluasi. Demikian pula dengan 3 tugas perkembangan lainnya.

Ayah dan Ibu tentu juga harus mempersiapkan anak untuk menghadapi perubahan dirinya secara fisik.


Pada anak perempuan dijelaskan mengenai

  • Menstruasi. Mengapa terjadi, apa yang harus dipersiapkan, bagaimana membersihkan diri dan hukum (fiqh, bagi yang beragama islam) yang berkaitan dengan menstruasi.
  • Tanggungjawab yang mengikuti
  • Perubahan bentuk tubuh, pakaian yang cocok, termasuk fiqh berpakaian.
  • Adab pergaulan dan resiko kehamilan
  • Kriteria memilih pasangan sesuai dengan values yang anda pegang (bagi yang beragama islam ajarkan tentang 4 kriteria memilih pasangan). Pahamkan mengenai ini sebelum anak mulai jatuh cinta, agar tidak menuai keribetan yang tidak perlu di kemudian hari 🙂
  • Mulai mengajarkan tentang tugas istri dan ibu secara bertahap

Pada anak laki-laki dijelaskan mengenai

  • Tanda-tanda pubertas secara fisik termasuk terproduksinya sperma dan kemungkinan terjadinya ejakulasi di saat tidur dan cara membersihkan diri. Keluarnya sperma tidak selalu menjadi satu-satunya penanda matang seksual. Karena ada yang keluar dalam jumlah yang sangat sedikit atau biasa tidur berkeringat sehingga samar. Tumbuhnya rambut sekunder dan perubahan suara juga sudah bisa menjadi tanda pubertas.
  • Tanggungjawab yang mengikuti
  • Perubahan fisik, cara merawat diri, berpakaian dan kebersihan
  • Adab pergaulan
  • Kriteria memilih pasangan
  • Mulai mengajarkan tugas sebagai suami dan ayah secara bertahap

Siapa yang mengajarkan? Ayah mengajarkan anak lelaki, ibu mengajarkan kepada anak perempuan. Bagaimana kalau single parent? Minta tolong pada kerabat terdekat. Bagaimana jika tidak ada kerabat yang dipercaya? Minta tolong guru. Bagaimana kalau gurunya ngga ada yang akhlaqnya baik? Minta tolong sahabat. Sahabatku kelakuannya jelek semua? Astagfirullah mungkin perlu evaluasi diri, jangan-jangan jendelanya yang kotor sehingga semua nampak buruk :p. Anda memang begitu kondisinya ya Bismillah lakukan sendiri. (Adakah mbak yang seribet ini kondisinya? Ngakunya sih ada, tapi saya belum visit betul-betul keadaannya)

Hati-hati ketika menjelaskan tanggungjawab yang mengikuti, jelaskan dengan bahagia. Jangan menakut-nakuti untuk keuntungan pribadi misalnya :

“Nah, sekarang semua dosa dan pahala sudah kamu tanggungsendiri, awas lhoo beda dengan waktu kamu kecil, sekarang kalau kamu melawan papa, masuk neraka..” hedeeuh.. numpang untung ini namanya.

Gunakan kalimat yang santun : “Sayang, karena pikiranmu sekarang sudah siap, maka kelak setiap perbuatanmu ada nilainya, ketika baik jadi pahala dan ketika buruk menjadi dosa. Tapi Allah sudah menyediakan alat terhebat untuk memutuskan baik dan buruk melalui akal dan dituntun melalui Al Qur’an. Jika nanti dalam pikiranmu muncul perbedaan pendapat, misalnya mau makan di restoran, yang ini enaak tapi ada resiko tidak halal, yang itu kurang pas dengan selera tapi insyaaAllah halal. Nah akal kita akan mempertimbangkan, lebih baik mengikuti selera tapi mendapat dosa atau menahan selera tetapi dapat pahala. Apakah kita mau kesenangan dunia sesaat atau kesenangan akhirat yang kekal. Itulah tugas khalifah di muka bumi ini, tidap keputusan kita harus berdasarkan kebaikan di dunia dan akhirat. Dan kamu kini sudah dewasa, sudah pantas diberi tanggungjawab sebagai khalifah, masyaaAllah”

Buatlah suasana komunikasi yang menarik. Saya attach disini presentasi yang dilakukan suami kepada anak saya saat usianya 10 tahun sebagai contoh untuk anak laki-laki. Silahkan disesuaikan untuk anak perempuan dengan berpandu pada buku-buku tentang pubertas dan fiqh. Ini hanya contoh, silahkan dibuat sendiri di rumah, agar tidak terbiasa disuapi solusi. Mohon jangan didownload karena ada foto-foto pribadi anak saya.


Ini adalah persiapan awal, selanjutnya tugas orang tua menjadi contoh manusia dewasa yang unggul agar bisa menjadi model terbaik bagi anak-anaknya. Inilah projek terbesar anda, berupaya membentuk pribadi-pribadi yang Taat, Syukur, Meningkat dan Bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s