Toilet Training

Tulisan ini kudedikasikan pada orang tua muda yang kesulitan mencari tips and tricks melakukan toilet training sejak dini yang lengkap dan terstruktur.

Sumber-sumber dari barat mengatakan toilet training hanya akan berhasil jika dilakukan jika anak sudah “siap” dengan tanda-tanda bla bla bla… tapi kenyataannya di belahan dunia lain termasuk di Indonesia banyak yang berhasil melakukannya sebelum 2 tahun dengan lancar jaya.
Berhubung di Indonesia ini urusan ganti mengganti diaper di tempat umum bukanlah hal yang nyaman kecuali di mall-mall besar, maka urusan yang satu ini menjadi penting buat kami demi alasan kesehatan dan kenyamanan (mungkin karena itu juga Raka berhasil toilet training lebih dini dari adiknya secara masa bayinya di Indonesia terus…atau tepatnya di Riau).

Ada 4 kunci pokok keberhasilan toilet training yang harus dimiliki ortu dan pengasuhnya yaitu

  1. Sabar
  2. Jangan malas
  3. Sabar
  4. Jangan malas

Perjuangan di mulai sejak our baby baru lahir. Rajin2lah mengingat waktu-waktu anak BAB. Kalau perlu catat. toilet training sebaiknya dimulai dari BAB dulu karena waktunya lebih teratur. Pada usia 2 bulan mulailah langkah pertama yang dinamakan “menciptakan anchor”. Prosesnya yaitu dengan memancing anak BAB sesuai dengan jadwal alaminya yang telah kita catat tadi.

Caranya: :
Beberapa menit sebelum waktu BAB, persiapkan anak untuk BAB pada posisi tidur. Angkat kedua kaki bayi dan teteskan air hangat pada anusnya sambil membuat bunyi-bunyi  atau suara khusus. Lakukan penantian dengan sabar sampai p**t, pr*t, pr*t… Mr BAB nongol dengan suksesnya. Bunyi-bunyi atau suara khusus ini yang kelak menjadi anchor alias tombol Pembangkit Keinginan BAB atau disingkat menjadi PKB… :). Lakukan terus secara teratur sampai bayi kita bisa duduk tegak,

Ketika bayi sudah mampu duduk tegak lakukan langkah kedua. Siapkan potty sambungan yang bisa langsung diletakkan di toilet. Tetaplah konsisten dengan waktu2 yang sudah anda hapalkan bagaikan rumus fisika di masa SMA. Menjelang waktu BAB tiba dudukkan our big baby di toilet ini. Nah proses ini perlu kesabaran, krn perpindahan dari posisi berbaring ke posisi duduk ini kadang memaksa kita untuk menunggu sampai dengan 20 menit. Betah2in tu nongkrong di samping anak sambil mengeluarkan bunyi-bunyi PKB….
Buat toilet senyaman mungkin, kalau perlu gantungkan mainan2 tahan air di dinding2 yang mudah diraih anak. Jika sudah lancar selama seminggu maka perjuangan nongkrong 20 menit akan sirna. Cukup 5 menit dan Mr. BAB telah berlalu.

Tahap ketiga. Latihan BAK. Yang ini mah gampanggg asal memenuhi 4 kunci pokok tadi. Latihan BAK sebaiknya dimulai ketika anak sudah bisa berdiri tegak. Tiap 1-2 jam biasakan mengajak anak BAK sambil menciptakan PKB tandingan versi BAK. Rajin2 mengajak anak BAK sebelum tidur  (bila perlu tambah 1x di tengah malam) dan saat bangun tidur.
Insya Allah urusan toilet training lancar…

Jangan lupa berdo’a juga ya dengan niat tulus agar diberi kesabaran

Semua resep di atas telah dicoba di toilet the Gunartos.. hasilnya Alhamdulillah.. ibunya Raka dan Rangga nggak perlu repot2 lagi berurusan dengan diaper yang belepotan di tempat umum sebelum anak2 umur 1.5 tahun kecuali kecelakaan2 kecil or dalam kondisi tidak wajar alias lagi m*****t…

Selamat mencoba….

3 thoughts on “Toilet Training

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s